Type Here to Get Search Results !

Program PEKA BPJS Ketenagakerjaan Batulicin Perkuat Literasi Keuangan dan Kewirausahaan Ahli Waris

0

BATULICIN, POSKOBatulicin.id – BPJS Ketenagakerjaan Cabang Batulicin terus memperkuat komitmennya dalam memberikan perlindungan sekaligus pemberdayaan kepada peserta dan ahli waris melalui Program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian (PEKA). Program ini bertujuan meningkatkan kemampuan penerima manfaat dalam mengelola santunan secara produktif sehingga mampu menciptakan kemandirian ekonomi keluarga. Sebanyak 20 ahli waris penerima manfaat Jaminan Kematian (JKM) mengikuti pembekalan yang digelar di Gimme Cafe, Batulicin, Kamis (23/7/2026).

Seluruh peserta merupakan ahli waris yang menerima santunan JKM sebesar Rp42 juta pada periode Juni hingga Juli 2026.

Program PEKA merupakan bentuk pendampingan berkelanjutan yang diberikan BPJS Ketenagakerjaan kepada penerima manfaat setelah proses pembayaran klaim selesai. Program ini menyasar penerima Jaminan Hari Tua (JHT) maupun ahli waris penerima Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), dan Jaminan Pensiun (JP).

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan berbagai materi yang dirancang untuk meningkatkan kapasitas ekonomi keluarga. Materi meliputi penguatan jiwa kewirausahaan, literasi keuangan, strategi mengembangkan usaha, hingga informasi mengenai peluang memperoleh kembali perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Batulicin, Vina Dwina Yuskin, mengatakan bahwa pelayanan kepada peserta tidak berhenti pada saat manfaat klaim disalurkan. Menurutnya, pendampingan pascaklaim menjadi bagian penting agar santunan yang diterima dapat memberikan manfaat jangka panjang.

"Pelayanan kepada peserta tidak berhenti pada pembayaran manfaat. Kami ingin terus hadir melalui pendampingan dan pemberdayaan agar manfaat yang diterima dapat dikelola secara produktif dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan keluarga," ujar Vina.

Ia menjelaskan, banyak ahli waris yang memanfaatkan santunan sebagai modal untuk memulai atau mengembangkan usaha. Oleh karena itu, BPJS Ketenagakerjaan memberikan pembekalan agar dana yang diterima tidak hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek, tetapi juga mampu menjadi sumber penghasilan yang berkelanjutan.

Pada kesempatan tersebut, BPJS Ketenagakerjaan juga memperkenalkan Penggerak Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (PERISAI). Program ini membuka kesempatan bagi peserta yang telah memiliki usaha untuk memperoleh perlindungan sebagai Pekerja Bukan Penerima Upah (BPU) sekaligus menjadi mitra BPJS Ketenagakerjaan dalam memperluas kepesertaan.

Menurut Vina, ahli waris yang telah merintis usaha tetap memiliki risiko dalam bekerja sehingga perlu mendapatkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan. Karena itu, mereka didorong mendaftarkan diri sebagai peserta BPU dan berperan aktif mengedukasi pekerja lain mengenai pentingnya perlindungan sosial melalui program PERISAI.

Lebih lanjut, Vina menuturkan bahwa pelaksanaan Program PEKA sejalan dengan upaya mendukung program Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu dalam meningkatkan kesejahteraan penduduk usia kerja sekaligus memperluas cakupan kepesertaan menuju Universal Coverage Jamsostek (UCJ).

Upaya tersebut dilaksanakan melalui kolaborasi bersama berbagai pemangku kepentingan, di antaranya Balai Latihan Kerja (BLK) Tanah Bumbu, Bank Syariah Indonesia (BSI), serta sejumlah mitra lainnya. Sinergi tersebut diharapkan mampu membuka akses pelatihan, pendampingan usaha, hingga penguatan literasi keuangan bagi masyarakat.

Kegiatan PEKA ditutup dengan pelaksanaan Survey Feedback sebagai bagian dari evaluasi program. Melalui survei tersebut, peserta menyampaikan masukan dan pengalaman mereka guna mendukung penyempurnaan layanan pemberdayaan ekonomi BPJS Ketenagakerjaan di masa mendatang.

Dengan menghadirkan Program PEKA, BPJS Ketenagakerjaan menegaskan bahwa perlindungan bagi pekerja tidak hanya diwujudkan melalui penyaluran manfaat saat terjadi risiko, tetapi juga melalui pendampingan yang mendorong keluarga peserta tetap produktif, mandiri, dan memiliki keberlanjutan ekonomi.(rel)

Posting Komentar

0 Komentar