BATULICIN , POSKOBatulicin.id – Kesiapsiagaan penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kabupaten Tanah Bumbu mendapat perhatian dari Markas Besar (Mabes) Tentara Nasional Indonesia (TNI). Tim Satgas Karhutla Mabes TNI melakukan kunjungan sekaligus monitoring terhadap kesiapan Satgas Karhutla Kabupaten Tanah Bumbu, Rabu (2/9/2026).
Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Rapat Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanah Bumbu, Batulicin.
Kunjungan Tim Satgas Karhutla Mabes TNI diterima oleh Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif melalui Kepala Pelaksana BPBD Tanah Bumbu, H. Sulhadi.
Monitoring tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan kesiapan daerah dalam menghadapi potensi Karhutla, terutama dalam aspek kesiapan personel, peralatan, koordinasi serta langkah penanganan apabila terjadi kebakaran di wilayah Tanah Bumbu.
Pertemuan strategis tersebut turut dihadiri unsur lintas sektor yang terlibat dalam penanggulangan bencana. Di antaranya Danyonif YTP 828/BWM, Pasi Ops Kodim 1022/TNB, Danramil 1022-01/SPE, perwakilan Danlanal, perwakilan Kapolres Tanah Bumbu, perwakilan Kejaksaan Negeri, Kapolsek Batulicin, unsur Basarnas Batulicin serta Satpol PP dan Damkar.
Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa penanganan Karhutla di Tanah Bumbu dilakukan secara terpadu dengan mengedepankan koordinasi dan kerja sama lintas instansi.
Dalam paparannya, Kalaksa BPBD Tanah Bumbu H. Sulhadi menyampaikan kondisi terkini penanganan Karhutla di wilayah Bumi Bersujud.
Ia menjelaskan bahwa Kabupaten Tanah Bumbu saat ini masih menetapkan status Siaga Darurat Karhutla sebagai langkah kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan.
Meski status tersebut masih diberlakukan, kondisi wilayah Tanah Bumbu hingga saat ini dilaporkan dalam keadaan normal dan terkendali. Penanganan terhadap titik api dilakukan secara cepat dan terkoordinasi dengan melibatkan berbagai unsur yang tergabung dalam Satgas Karhutla.
“Keberhasilan menjaga situasi kondusif ini merupakan buah dari penanganan terpadu yang solid antara unsur TNI, Polri, BPBD, Basarnas, Satpol PP dan Damkar, relawan, serta komponen masyarakat lainnya,” ucap Sulhadi.
Menurutnya, sinergi lintas sektor menjadi salah satu faktor penting dalam menghadapi potensi Karhutla. Kecepatan informasi dan respons di lapangan diperlukan agar setiap kejadian dapat segera ditangani sebelum berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.
Selain kesiapan personel, koordinasi juga terus diperkuat melalui pemantauan kondisi wilayah dan kesiapan sarana prasarana penanggulangan bencana.
Sementara itu, pimpinan Tim Satgas Karhutla Mabes TNI, Dr. dr. Hisnindarsyah, menegaskan bahwa penanggulangan Karhutla, khususnya di Pulau Kalimantan, menjadi salah satu perhatian pemerintah pusat.
Menurutnya, upaya penanggulangan Karhutla membutuhkan keterlibatan langsung berbagai unsur, termasuk TNI yang turut mengerahkan personel untuk membantu penanganan di lapangan.
“Untuk mempercepat penanggulangan Karhutla, ribuan prajurit TNI telah dikerahkan secara langsung ke lapangan guna membantu pemadaman dan penanggulangan bencana, khususnya di Pulau Kalimantan,” tegasnya.
Ia menambahkan, keterlibatan personel TNI di lapangan diharapkan dapat memperkuat kemampuan daerah dalam melakukan pencegahan maupun penanganan Karhutla.
Monitoring di daerah juga dilakukan untuk memastikan kesiapan satuan tugas, baik dari sisi personel maupun peralatan yang akan digunakan apabila sewaktu-waktu terjadi kebakaran.
Dari hasil pemantauan langsung terhadap gelar peralatan serta laporan kesiapan personel di Kabupaten Tanah Bumbu, Tim Satgas Karhutla Mabes TNI memberikan apresiasi terhadap kesiapan daerah.
Kesiapan Satgas Karhutla Tanah Bumbu dinilai berada dalam kategori baik, terkoordinir dan sangat siap untuk melaksanakan aksi nyata di lapangan.
Penilaian tersebut menjadi dorongan bagi seluruh unsur yang terlibat untuk mempertahankan kesiapsiagaan sekaligus meningkatkan koordinasi dalam menghadapi potensi Karhutla.
Kesiapan tersebut mencakup kemampuan personel dalam merespons kejadian, dukungan peralatan serta koordinasi antara pemerintah daerah dengan unsur TNI, Polri, BPBD, Basarnas, Satpol PP dan Damkar, relawan maupun masyarakat.
Tim Mabes TNI juga menekankan pentingnya menjaga kekompakan seluruh unsur yang berada di lapangan. Kerja sama yang solid dinilai menjadi kunci agar setiap potensi kebakaran dapat ditangani dengan cepat dan efektif.
Pihak Mabes TNI berharap sinergi yang telah terbangun di Kabupaten Tanah Bumbu dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan.
Kebersamaan seluruh unsur diharapkan mampu menciptakan respons penanganan yang cepat, terukur dan terpadu, sekaligus meminimalkan dampak yang dapat ditimbulkan akibat Karhutla.
Kesiapsiagaan tersebut juga menjadi bentuk komitmen bersama untuk melindungi masyarakat, lingkungan dan wilayah Tanah Bumbu dari ancaman kebakaran hutan dan lahan.
Dengan status Siaga Darurat yang masih diberlakukan, Satgas Karhutla Tanah Bumbu bersama seluruh unsur terkait terus menjaga kesiapan personel dan peralatan, memperkuat pemantauan wilayah serta memastikan setiap potensi Karhutla dapat segera ditangani.
Melalui kolaborasi lintas sektor yang semakin kuat, Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu optimistis upaya pencegahan dan penanggulangan Karhutla dapat berjalan optimal sehingga kondisi wilayah Bumi Bersujud tetap aman dan terkendali.(rel)