BATULICIN, POSKOBatulicin.id – Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu (Pemkab Tanbu) melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) menggelar Rapat Kelompok Kerja (Pokja) Focal Point Pengarusutamaan Gender (PUG) di Ruang Rapat DP3AP2KB Tanbu, pada Senin (22/9/2025).
Rapat ini mengusung tema “Menyelaraskan Persepsi dan Pemahaman tentang PUG” yang bertujuan memperkuat koordinasi, menyatukan komitmen, serta meningkatkan efektivitas pelaksanaan strategi PUG di tingkat daerah.
Kabid Pengarusutamaan Gender DP3AP2KB Tanbu, Nurliana, mewakili Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif dalam sambutannya menyampaikan bahwa PUG merupakan strategi penting dalam mewujudkan pembangunan yang berkeadilan gender.
“Rapat ini menjadi ruang bersama bagi Pokja dan para focal point di setiap unit kerja untuk menyelaraskan persepsi, menyusun rencana kerja, sekaligus melaporkan progres pelaksanaan PUG. Mulai dari tahap perencanaan, penyusunan, pelaksanaan, hingga pemantauan dan evaluasi kebijakan pembangunan harus dilakukan dengan perspektif gender agar manfaatnya dirasakan secara adil baik oleh perempuan maupun laki-laki,” jelas Nurliana.
Wujudkan Kelembagaan PUG yang Kuat
Rapat ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kelembagaan PUG di tingkat daerah. Dengan dukungan Pokja sebagai penggerak dan focal point sebagai pelaksana teknis di lapangan, diharapkan program dan kebijakan pembangunan di Tanah Bumbu dapat lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat tanpa membedakan gender.
Nurliana menambahkan, dukungan dan koordinasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan PUG. Setiap perangkat daerah diminta untuk aktif mengintegrasikan perspektif gender dalam penyusunan program maupun anggaran.
“Melalui rapat ini, kita ingin memastikan bahwa pembangunan di Tanah Bumbu berjalan inklusif, adil, dan setara, sehingga semua masyarakat bisa merasakan manfaatnya,” pungkasnya.
PUG sebagai Strategi Pembangunan
Pengarusutamaan Gender (PUG) sendiri merupakan strategi pembangunan nasional yang menekankan pentingnya memperhatikan perbedaan kebutuhan, pengalaman, dan peran antara perempuan dan laki-laki. Dengan penerapan PUG, pembangunan diharapkan dapat mengurangi kesenjangan gender dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.
Rapat berjalan interaktif dengan sesi diskusi dan penyampaian rekomendasi dari masing-masing focal point. Hasilnya akan menjadi dasar dalam penyusunan langkah-langkah strategis pelaksanaan PUG ke depan. (Rel)