Type Here to Get Search Results !

Tingkatkan Iklim Investasi, DPMPTSP Tanbu Beri Bimtek OSS-RBA dan LKPM

0

BATULICIN, POSKOBatulicin.id - Upaya memperkuat iklim investasi terus digencarkan Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu. Melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), digelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Online Single Submission Risk Based Approach (OSS-RBA) dan Penyusunan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM). Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Bupati Tanah Bumbu, Andi Rudi Latif, melalui Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Dwi Dibyo Raharjo di Hotel Ebony Batulicin, pada Rabu (8/10/2025).

Bimtek yang berlangsung selama dua hari sampai Kamis (9/10/2025) tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman pelaku usaha dalam penerapan sistem OSS-RBA, termasuk pemenuhan kewajiban pelaporan LKPM secara benar dan tepat waktu.

Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa OSS-RBA merupakan tonggak reformasi besar dalam sistem perizinan berusaha di Indonesia. Melalui sistem berbasis risiko tersebut, pemerintah berharap kemudahan, kepastian, dan transparansi layanan investasi semakin dirasakan dunia usaha.

“OSS-RBA bukan sekadar sarana administrasi, tetapi langkah strategis untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif dan berkeadilan,” ujar Dwi Dibyo Raharjo membacakan sambutan Bupati.

Ia juga menekankan pentingnya LKPM sebagai instrumen pemerintah dalam memantau realisasi investasi. Data yang akurat menjadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan yang tepat sasaran.

“LKPM berfungsi untuk memantau realisasi investasi, mengidentifikasi masalah yang dihadapi investor, serta menjadi rujukan dalam pengambilan kebijakan penanaman modal di daerah,” tambahnya.

Tingkatkan kepatuhan pelaku usaha

Kepala DPMPTSP Tanah Bumbu, Andrianto Wicaksono, mengungkapkan bahwa kegiatan ini berangkat dari masih rendahnya optimalisasi penyampaian LKPM oleh sebagian pelaku usaha. Banyak yang belum memahami mekanisme OSS-RBA maupun urgensi data LKPM bagi pemerintah.

“Melalui bimtek ini, kami ingin seluruh pelaku usaha memahami perizinan berbasis risiko, mengetahui kewajiban pelaporan LKPM, dan menyadari pentingnya data investasi sebagai dasar pembangunan,” jelasnya.

Menurut Andrianto, LKPM tidak dikaitkan dengan kepentingan perpajakan sehingga pelaku usaha tidak perlu khawatir dalam pelaporannya. Data yang tersaji justru menjadi bahan evaluasi penyerapan tenaga kerja serta arah strategi pembangunan daerah ke depan.

Penghargaan bagi perusahaan berkontribusi besar

Sebagai bentuk apresiasi, Pemkab Tanah Bumbu turut menyerahkan Piagam Penghargaan Realisasi Investasi Tertinggi Tahun 2025. PT Jhonlin Baratama dianugerahi penghargaan kategori Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), sementara PT Kodeco AgroJaya Mandiri meraih penghargaan kategori Penanaman Modal Asing (PMA).

Penghargaan ini menjadi simbol komitmen dan kontribusi dunia usaha dalam memperkuat pembangunan ekonomi di Bumi Bersujud.

Dukung visi Tanah Bumbu Maju, Makmur, dan Beradab

Pemerintah berharap kegiatan ini mampu meningkatkan peran aktif pelaku usaha dalam menciptakan investasi yang tertib, transparan, dan berdaya saing tinggi, sehingga berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Sinergi pemerintah dan dunia usaha merupakan kunci terwujudnya Tanah Bumbu Maju, Makmur, dan Beradab,” tutup Bupati dalam sambutannya. (Rel)

Posting Komentar

0 Komentar