Type Here to Get Search Results !

Konektivitas Tanah Bumbu–Kotabaru Diperkuat, Proyek Jembatan Pulau Laut Resmi Bergulir

0

BANJARBARU, POSKOBatulicin.id – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan resmi menandai dimulainya pembangunan Jembatan Pulau Laut melalui penandatanganan kontrak kerja proyek strategis yang akan menghubungkan Kabupaten Tanah Bumbu dan Kabupaten Kotabaru.

Penandatanganan kontrak tersebut dilakukan oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalimantan Selatan, M. Yasin Toyib, bersama pihak penyedia jasa konstruksi, serta disaksikan langsung oleh Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin, Ketua DPRD Kalsel H. Supian HK, Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, serta Bupati Tanah Bumbu dan Bupati Kotabaru.

Momentum ini menjadi titik awal dimulainya pekerjaan fisik proyek yang telah lama dinantikan masyarakat sebagai penghubung utama antarwilayah di Kalsel.

Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, menegaskan bahwa penandatanganan kontrak tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan sinyal dimulainya pekerjaan secara langsung tanpa adanya penundaan.

“Kontrak sudah diteken, artinya kontraktor harus siap bekerja. Jangan sampai ada keterlambatan,” tegas Muhidin saat memberikan arahan di Aula Kantor Dinas PUPR Kalsel, Banjarbaru, pasa Senin (30/3/2026).

Ia menekankan pentingnya profesionalitas pihak kontraktor, mulai dari kesiapan alat berat, tenaga kerja, hingga manajemen proyek yang terencana dengan baik agar seluruh tahapan pembangunan dapat berjalan sesuai target.

“Perlengkapan harus lengkap dan pekerjaan harus tepat waktu. Tidak ada alasan untuk terlambat,” lanjutnya.

Proyek pembangunan Jembatan Pulau Laut akan dilaksanakan menggunakan skema tahun jamak (multiyears) selama periode 2026 hingga 2028. Setiap tahunnya, dialokasikan anggaran sebesar Rp750 miliar.

Dari total tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menganggarkan Rp550 miliar per tahun, sementara Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu dan Pemerintah Kabupaten Kotabaru masing-masing berkontribusi sebesar Rp100 miliar per tahun.

Selain dukungan dari pemerintah daerah, proyek ini juga mendapat suntikan anggaran signifikan dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dengan nilai mencapai sekitar Rp3 triliun yang juga dialokasikan melalui skema multiyears hingga tahun 2028.

Dengan kombinasi pendanaan tersebut, proyek ini menjadi salah satu pembangunan infrastruktur terbesar di Kalimantan Selatan dalam beberapa tahun terakhir.

Muhidin juga menyoroti pentingnya percepatan realisasi anggaran sejak awal tahun. Ia mengingatkan agar pola lama, di mana penyerapan anggaran cenderung lambat di tahap awal, tidak kembali terulang.
“Dengan tender dan kontrak yang lebih awal, kita harapkan penyerapan anggaran bisa maksimal sejak awal pelaksanaan,” ujarnya.

Pembangunan Jembatan Pulau Laut diharapkan mampu membawa dampak besar bagi peningkatan konektivitas antarwilayah, khususnya antara Kabupaten Tanah Bumbu dan Kabupaten Kotabaru yang selama ini masih bergantung pada transportasi laut.

Lebih dari itu, keberadaan jembatan ini diyakini akan menjadi katalis pertumbuhan ekonomi baru, memperlancar distribusi logistik, menekan biaya transportasi, serta membuka akses yang lebih luas bagi mobilitas masyarakat dan pengembangan wilayah.

Dengan dimulainya proyek ini, masyarakat kini menaruh harapan besar agar pembangunan dapat berjalan lancar dan selesai tepat waktu, sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan secara nyata di seluruh Kalimantan Selatan. (Rel)

Posting Komentar

0 Komentar