BATULICIN, Poskobatulicin.id – Musabaqah Tilawatil Qur’an Nasional (MTQN) ke-22 Tingkat Kecamatan Kusan Hulu resmi dibuka di Lapangan Sepak Bola Desa Wonorejo, Kecamatan Kusan Hulu, Kabupaten Tanah Bumbu, Jumat (29/5/2026). Kegiatan tahunan yang menjadi ajang syiar Islam tersebut berlangsung meriah dengan diikuti ratusan peserta dan tamu undangan dari berbagai desa di wilayah Kusan Hulu.
Pembukaan MTQN ke-22 mengusung tema “Aksi Generasi Qur’ani untuk Gen-Z yang Maju, Makmur dan Beradab, Cerdas Digital, Kuat Spiritual”. Tema tersebut mencerminkan semangat membangun generasi muda yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.
Acara pembukaan ditandai dengan pemukulan gong oleh Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif yang diwakili Sekretaris Daerah Kabupaten Tanah Bumbu, Yulian Herawati. Suasana semakin khidmat dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Qori Internasional, Ustaz Muhammad Rizqon, yang memukau para hadirin.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah tokoh agama, tokoh masyarakat, Kepala Kantor Kementerian Agama, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ketua Persatuan Aparatur Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (PABDESI), unsur Muspika Kecamatan Kusan Hulu, Tim Penggerak PKK, para kepala desa, serta kafilah dari 11 desa se-Kecamatan Kusan Hulu.
Ketua Umum Panitia MTQN ke-22, Sadi, yang juga menjabat sebagai Kepala Desa Wonorejo, menyampaikan bahwa pelaksanaan MTQN berlangsung selama empat hari, mulai 29 Mei hingga 1 Juni 2026. Sebanyak 162 peserta dari 11 kafilah desa ambil bagian dalam berbagai cabang perlombaan yang dipertandingkan.
“MTQN ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus wadah pembinaan generasi Qur’ani di Kecamatan Kusan Hulu. Selain kompetisi, kami juga menyiapkan hadiah umrah melalui undian doorprize bagi satu peserta sebagai bentuk apresiasi dan motivasi,” ujarnya.
Adapun cabang yang diperlombakan meliputi Tartil Al-Qur’an, Tilawah Al-Qur’an Anak-anak, Remaja, dan Dewasa, Hifzil Qur’an, Fahmil Qur’an, Syarhil Qur’an, Khatmil Qur’an, hingga Musabaqah Makalah Ilmiah Al-Qur’an (MMIQ). Beragam cabang tersebut diharapkan mampu menggali potensi peserta dalam membaca, memahami, menghafal, serta mengkaji kandungan Al-Qur’an secara lebih mendalam.
Sementara itu, Ketua Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kecamatan Kusan Hulu, Ismail, menegaskan bahwa MTQN tidak hanya berorientasi pada perlombaan semata, melainkan juga menjadi sarana dakwah dan pembinaan umat.
“MTQN merupakan bagian dari upaya membumikan Al-Qur’an dalam kehidupan masyarakat. Melalui kegiatan ini kita berharap lahir qari, qariah, hafiz, dan hafizah yang mampu mengharumkan nama Kecamatan Kusan Hulu dan Kabupaten Tanah Bumbu pada ajang yang lebih tinggi,” katanya.
Dalam sambutan Bupati Tanah Bumbu yang dibacakan Sekretaris Daerah Yulian Herawati, disampaikan bahwa MTQN memiliki peran strategis dalam memperkokoh syiar Islam sekaligus meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an.
Menurutnya, pelaksanaan MTQN menjadi momentum penting untuk menumbuhkan semangat membaca, memahami, menghayati, dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai tersebut sangat relevan dalam membentuk generasi yang berakhlak mulia, berilmu pengetahuan, dan memiliki daya saing di era modern.
“Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu berkomitmen mendukung pembinaan generasi Qur’ani yang tidak hanya unggul dalam bidang keagamaan, tetapi juga mampu menjadi sumber daya manusia yang berkualitas dan berkontribusi bagi pembangunan daerah,” ujarnya.
Ia berharap MTQN ke-22 Tingkat Kecamatan Kusan Hulu dapat menjadi wahana pembinaan yang efektif sekaligus melahirkan bibit-bibit unggul yang nantinya mampu mewakili Kabupaten Tanah Bumbu pada MTQ tingkat kabupaten, provinsi, bahkan nasional.
“Semoga melalui MTQN ke-22 Tingkat Kecamatan Kusan Hulu ini lahir qari dan qariah, hafiz dan hafizah yang mampu mengharumkan nama daerah hingga tingkat provinsi dan nasional,” tuturnya.
Pelaksanaan MTQN ke-22 ini sekaligus menjadi bukti kuatnya komitmen masyarakat Kusan Hulu dalam menjaga tradisi keagamaan dan membangun generasi yang berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an. Dengan dukungan seluruh elemen masyarakat, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat syiar Islam serta membentuk generasi muda yang cerdas, berkarakter, dan berakhlak Qur’ani.(Rel)