Type Here to Get Search Results !

Buka MPLS Sekolah Rakyat, Bupati Tanah Bumbu Dorong Perubahan Paradigma Pembangunan

0

BATULICIN, POSKOBatulicin.id – Sebanyak 270 peserta didik dari berbagai kecamatan di Kabupaten Tanah Bumbu resmi memulai perjalanan pendidikan di Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Tanah Bumbu. Rangkaian open house dan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) secara simbolis dibuka oleh Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif, Sabtu (15/8/2026).

Berlokasi di kawasan Jalan Kodeco, Kecamatan Simpang Empat, hari pertama pelaksanaan diisi dengan kegiatan orientasi lingkungan sekolah. Para peserta didik diperkenalkan dengan lingkungan pendidikan yang akan menjadi tempat mereka belajar, beraktivitas dan menjalani pembinaan selama mengikuti program.

Setelah mengikuti rangkaian awal tersebut, para peserta didik mulai menempati lingkungan sekolah dengan pola pendidikan berasrama.

Suasana hari pertama menjadi momentum penting bagi peserta didik karena mereka mulai beradaptasi dengan lingkungan baru, sekaligus memulai proses pendidikan yang dirancang tidak hanya untuk meningkatkan kemampuan akademik, tetapi juga membentuk karakter dan kemandirian.

Selain orientasi, seluruh peserta didik juga menjalani screening kesehatan sebagai bagian dari persiapan awal sebelum mengikuti pendidikan.

Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan masing-masing peserta didik sejak awal. Langkah ini diperlukan agar apabila ditemukan penyakit atau kondisi tertentu, dapat segera diberikan penanganan yang sesuai sehingga tidak mengganggu proses belajar.

Apabila hasil pemeriksaan menunjukkan peserta didik membutuhkan penanganan lebih lanjut, yang bersangkutan akan diarahkan mendapatkan rujukan ke puskesmas.

Dengan adanya pemeriksaan kesehatan sejak awal, penyelenggara dapat memperoleh gambaran kondisi peserta didik sekaligus memastikan proses pendidikan berlangsung dalam lingkungan yang mendukung kesehatan dan kenyamanan mereka.

Tiga Jenjang, 270 Peserta Didik, Pada tahun ajaran 2026/2027, Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Tanah Bumbu menampung sebanyak 270 peserta didik.

Jumlah tersebut terbagi dalam tiga jenjang pendidikan, yakni:

- 90 peserta didik jenjang sekolah dasar
- 90 peserta didik jenjang sekolah menengah pertama
- 90 peserta didik jenjang sekolah menengah atas

Para peserta didik berasal dari berbagai kecamatan di Kabupaten Tanah Bumbu.

Mereka merupakan anak-anak dari keluarga yang masuk dalam desil 1 dan desil 2 pada pemeringkatan sosial ekonomi, sehingga program ini diarahkan untuk memberikan akses pendidikan kepada kelompok keluarga yang membutuhkan dukungan.

Pola pendidikan berasrama memungkinkan proses pembelajaran dan pembinaan berlangsung secara lebih terintegrasi dalam lingkungan sekolah.

Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Tanah Bumbu berdiri di kawasan seluas sekitar 11 hektare.
Keberadaan kawasan pendidikan tersebut menjadi bagian dari upaya jangka panjang Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia.

Bupati Andi Rudi Latif menegaskan bahwa arah pembangunan daerah perlu terus diperkuat dengan memberikan perhatian lebih besar terhadap kualitas manusia.

“Kita harus terus memperkuat paradigma pembangunan, dari pembangunan yang bertumpu pada kekayaan sumber daya alam menuju pembangunan yang bertumpu pada kualitas sumber daya manusia,” ujarnya.

Menurutnya, Tanah Bumbu memiliki potensi sumber daya alam yang besar. Namun, kekayaan tersebut harus diimbangi dengan pembangunan manusia agar daerah mampu memiliki generasi yang kompeten dan mampu mengelola berbagai potensi secara berkelanjutan.


Andi Rudi Latif menilai pendidikan merupakan investasi strategis bagi masa depan daerah. Melalui pendidikan, kemampuan berpikir, karakter, keterampilan, produktivitas dan daya saing generasi penerus dapat dibangun sejak dini.

Karena itu, keberadaan Sekolah Rakyat diharapkan tidak hanya memberikan akses pendidikan, tetapi juga membentuk generasi yang memiliki kemampuan untuk berkembang secara optimal.

Program tersebut juga diharapkan menjadi salah satu instrumen untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi.

Dengan memberikan kesempatan pendidikan kepada anak-anak dari keluarga rentan, mereka diharapkan memiliki bekal pengetahuan dan keterampilan yang dapat membuka peluang kehidupan yang lebih baik di masa depan.

“Anak-anak dari keluarga rentan diharapkan memperoleh kesempatan untuk berkembang secara optimal. Pada saat yang sama, dukungan tersebut diharapkan memberikan ruang kepada orang tua untuk lebih fokus dalam meningkatkan produktivitas dan memperkuat fondasi ekonomi keluarga,” kata Bupati.

Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses penyiapan dan pelaksanaan Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Tanah Bumbu.

Menurutnya, keberadaan sekolah tersebut merupakan hasil sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, masyarakat serta berbagai pihak lainnya.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam proses penyiapan dan pelaksanaan Sekolah Rakyat ini,” ujarnya.

Sinergi tersebut dinilai penting untuk memastikan program pendidikan dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat sesuai dengan tujuan yang diharapkan.

Selain menjadi pusat pendidikan, kawasan Sekolah Rakyat juga memiliki potensi memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar.

Aktivitas pendidikan yang berlangsung secara berasrama berpotensi menciptakan kebutuhan terhadap berbagai barang dan jasa pendukung.

Melihat peluang tersebut, Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu akan mendorong agar keberadaan fasilitas pendidikan tersebut dapat memberikan efek berganda bagi perekonomian masyarakat, termasuk membuka ruang bagi berkembangnya usaha masyarakat dan UMKM lokal.

Dengan demikian, manfaat pembangunan Sekolah Rakyat diharapkan tidak hanya dirasakan oleh peserta didik, tetapi juga dapat memberikan dampak sosial dan ekonomi bagi lingkungan sekitar.

Di hadapan para peserta didik, Bupati Andi Rudi Latif menyampaikan pesan agar kesempatan memperoleh pendidikan di Sekolah Rakyat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.

Menurutnya, hari pertama di sekolah merupakan awal dari perjalanan panjang para peserta didik dalam mempersiapkan masa depan.

“Hari ini merupakan awal dari perjalanan pendidikan kalian. Kalian semua adalah anak-anak yang istimewa. Saya berharap anak-anak sekalian dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya,” kata Andi Rudi Latif.

Ia berharap para peserta didik dapat menjalani proses pendidikan dengan penuh semangat, disiplin dan tanggung jawab.

Kesempatan belajar tersebut diharapkan menjadi bekal bagi mereka untuk mengembangkan potensi diri, membangun karakter dan meraih cita-cita.

Bagi Kabupaten Tanah Bumbu, dimulainya pendidikan 270 peserta didik di Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 bukan sekadar dimulainya tahun ajaran baru. Momentum tersebut menjadi bagian dari langkah panjang membangun sumber daya manusia.

Dari kawasan pendidikan seluas sekitar 11 hektare itu, pemerintah daerah berharap lahir generasi yang mampu mengubah masa depan keluarganya sekaligus memberikan kontribusi bagi kemajuan Tanah Bumbu.

Dengan memperkuat pendidikan, pembangunan daerah diharapkan tidak hanya menghasilkan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menghadirkan manusia-manusia berkualitas yang menjadi kekuatan utama Tanah Bumbu di masa depan. (rel)

Posting Komentar

0 Komentar