Type Here to Get Search Results !

Sekolah Rakyat Jadi Jalan Pendidikan bagi Anak Keluarga Rentan di Tanah Bumbu

0

BATULICIN, POSKOBatulicin.id – Harapan untuk memberikan pendidikan yang lebih baik bagi anak kini dirasakan langsung oleh Mardiasah, 52 tahun, warga Pagatan, Kabupaten Tanah Bumbu. Di tengah kondisi keluarga yang harus dikelola dengan penuh perhitungan, kehadiran Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Tanah Bumbu menjadi kesempatan bagi putranya untuk melanjutkan pendidikan sekaligus membantu meringankan beban keluarga.

Mardiasah merupakan ibu dari lima anak. Dua di antaranya masih menempuh pendidikan. Sehari-hari ia bekerja di bidang kebersihan sekolah, sementara suaminya masih menjalani masa pemulihan setelah mengalami stroke.

Dalam kondisi tersebut, biaya kebutuhan sehari-hari menjadi hal yang harus diperhitungkan dengan cermat. Pendidikan anak menjadi salah satu kebutuhan yang harus tetap dipenuhi di tengah berbagai kebutuhan keluarga lainnya.

Putranya, Aditya Rehan Al-Ghazali, kini menjadi peserta didik kelas 1 SMA di Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Tanah Bumbu. Sebelumnya, Aditya bersekolah di SMPN 1 Pagatan.

Bagi Mardiasah, kesempatan anaknya melanjutkan pendidikan melalui Sekolah Rakyat membawa rasa syukur sekaligus harapan baru.

“Terima kasih sudah memberikan kesempatan kepada anak saya untuk sekolah di sini. Semoga anak saya bisa belajar dengan baik dan memanfaatkan kesempatan ini,” ujar Mardiasah.

Sebagai orang tua, Mardiasah tetap berupaya memenuhi kebutuhan pendidikan anak-anaknya. Namun, kondisi ekonomi keluarga membuat setiap pengeluaran harus dipertimbangkan.

Untuk kebutuhan jajan satu anak yang bersekolah saja, ia dapat mengeluarkan sekitar Rp30 ribu setiap hari. Jumlah tersebut belum termasuk kebutuhan sekolah dan berbagai keperluan rumah tangga lainnya.

Karena itu, keberadaan Sekolah Rakyat memberikan dukungan yang menurutnya sangat berarti.

Dengan mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat, anak tetap memperoleh kesempatan belajar sekaligus mendapatkan fasilitas yang telah disiapkan dalam program tersebut.

Bagi keluarga Mardiasah, dukungan itu memberikan ruang untuk mengatur kebutuhan keluarga dengan lebih baik.

Aditya merupakan satu dari 270 peserta didik yang mulai mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Tanah Bumbu pada tahun ajaran 2026/2027.

Program tersebut diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga yang berada dalam desil 1 dan desil 2 dalam pemeringkatan sosial ekonomi.

Para peserta didik berasal dari berbagai kecamatan di Kabupaten Tanah Bumbu. Mereka kemudian mengikuti pendidikan dengan pola berasrama, sehingga proses pembelajaran dan pembinaan berlangsung dalam lingkungan pendidikan yang terintegrasi.

Pada hari pertama, para peserta didik mengikuti orientasi lingkungan sekolah. Kegiatan tersebut menjadi langkah awal untuk mengenalkan berbagai fasilitas, lingkungan belajar serta tata kehidupan selama mengikuti pendidikan.

Selain orientasi, peserta didik juga menjalani screening kesehatan sebagai bagian dari langkah awal untuk mengetahui kondisi kesehatan masing-masing.

Tahapan tersebut penting agar penyelenggara dapat memperoleh gambaran kondisi peserta didik sekaligus mendukung pelaksanaan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

Bagi keluarga seperti Mardiasah, manfaat Sekolah Rakyat tidak hanya dirasakan oleh anak sebagai peserta didik.

Dukungan terhadap kebutuhan pendidikan juga dapat memberikan ruang bagi orang tua untuk lebih fokus pada kebutuhan keluarga dan aktivitas produktif.

Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif menilai kondisi keluarga peserta didik menjadi salah satu hal penting dalam melihat manfaat program tersebut.

Menurutnya, ketika kebutuhan pendidikan anak mendapatkan dukungan, orang tua memiliki ruang yang lebih besar untuk berkonsentrasi pada kebutuhan keluarga maupun meningkatkan produktivitas.

“Dengan adanya Sekolah Rakyat, ada 270 keluarga yang tanggung jawabnya menjadi lebih ringan dan bisa memikirkan hal-hal lain,” kata Andi Rudi Latif.

Pernyataan tersebut menggambarkan bahwa manfaat program tidak hanya berhenti pada akses pendidikan. Sekolah Rakyat juga diharapkan dapat memberikan dampak sosial dan ekonomi bagi keluarga peserta didik.

Dengan beban pendidikan yang lebih ringan, orang tua diharapkan dapat mengalokasikan perhatian dan sumber daya untuk kebutuhan lain yang mendukung kesejahteraan keluarga.

Bagi Mardiasah, semua dukungan tersebut pada akhirnya bermuara pada satu harapan: pendidikan yang lebih baik bagi anaknya.

Ia ingin Aditya menjalani pendidikan dengan sungguh-sungguh, disiplin dan mampu memanfaatkan kesempatan yang telah diberikan.

Sekolah Rakyat diharapkan menjadi ruang bagi Aditya dan ratusan peserta didik lainnya untuk mengembangkan kemampuan, membangun karakter dan mempersiapkan diri menghadapi masa depan.

Kesempatan tersebut juga menjadi harapan bagi keluarga agar anak-anak mereka dapat tumbuh menjadi generasi yang memiliki pendidikan dan keterampilan yang lebih baik.

Bupati Andi Rudi Latif menempatkan Sekolah Rakyat sebagai bagian dari investasi jangka panjang dalam memperkuat masa depan anak-anak dari keluarga rentan.

Menurutnya, pembangunan sumber daya manusia tidak dapat dipisahkan dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Anak-anak yang memperoleh kesempatan pendidikan yang layak diharapkan mampu memutus keterbatasan yang selama ini dihadapi keluarga dan membuka peluang kehidupan yang lebih baik di masa mendatang.

Pengalaman keluarga Mardiasah menjadi salah satu gambaran bagaimana program pendidikan dapat memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

Di satu sisi, seorang anak mendapatkan kesempatan melanjutkan pendidikan. Di sisi lain, orang tua memperoleh ruang untuk mengelola kebutuhan keluarga dengan lebih baik.

Bagi Mardiasah, perjalanan Aditya di Sekolah Rakyat baru saja dimulai. Harapannya sederhana, agar sang anak belajar dengan sungguh-sungguh, tumbuh menjadi pribadi mandiri dan mampu meraih masa depan yang lebih baik.

Sementara bagi Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu, kisah tersebut menjadi pengingat bahwa pembangunan pendidikan bukan sekadar menghadirkan fasilitas, tetapi memastikan anak-anak dari keluarga rentan tetap memiliki kesempatan untuk belajar, berkembang dan menatap masa depan dengan harapan.(rel)

Posting Komentar

0 Komentar