BATULICIN, POSKOBatulicin.id — Suasana ceria dan penuh semangat anak-anak mewarnai peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan kemeriahan menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia di Gedung Aksi Merah Putih (Kapet), Kecamatan Simpang Empat, Rabu (19/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi momentum istimewa bagi sekitar 500 peserta didik Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) se-Kabupaten Tanah Bumbu) untuk berkumpul, bermain, sekaligus menampilkan berbagai kemampuan yang telah mereka kembangkan di lingkungan pendidikan masing-masing.
Bunda PAUD Kabupaten Tanah Bumbu, Andi Irmayani Rudi Latif, turut hadir dan menjadi bagian dari kegiatan yang berlangsung meriah tersebut. Kehadirannya sekaligus memberikan dukungan terhadap upaya bersama dalam menciptakan ruang tumbuh yang positif bagi anak-anak di Bumi Bersujud.
Berbagai penampilan anak menjadi salah satu daya tarik utama. Dengan penuh keberanian, mereka tampil di hadapan para guru, orang tua, dan tamu undangan untuk menunjukkan bakat serta kreativitas masing-masing.
Ada anak yang tampil melalui seni dan gerak, bernyanyi, maupun berbagai bentuk ekspresi lainnya. Meski masih berada pada usia dini, keberanian mereka untuk tampil di depan publik menjadi pengalaman berharga dalam membangun rasa percaya diri.
Andi Irmayani Rudi Latif mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, peringatan HAN tidak seharusnya hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial, tetapi juga harus menjadi ruang bagi anak untuk mendapatkan pengalaman positif sekaligus mengembangkan potensi yang dimiliki.
“Kegiatan seperti ini sangat positif karena anak-anak mendapatkan ruang untuk berekspresi, berkreasi dan menunjukkan keberanian. Pengalaman tampil di depan orang lain menjadi bagian penting dalam membangun rasa percaya diri mereka sejak usia dini,” ujarnya.
Andi Irmayani menilai usia PAUD merupakan salah satu fase penting dalam proses tumbuh kembang anak. Pada masa tersebut, fondasi karakter, kemampuan sosial, kemandirian, serta rasa percaya diri mulai dibangun.
Karena itu, pendidikan anak usia dini menurutnya perlu dilakukan dalam suasana yang menyenangkan, penuh kasih sayang, aman, dan memberikan ruang yang cukup bagi anak untuk mengeksplorasi lingkungan serta potensi dirinya.
Pendidikan anak, lanjutnya, tidak cukup hanya berorientasi pada kemampuan akademik. Anak juga perlu mendapatkan pembiasaan yang mendukung pembentukan karakter, seperti belajar mandiri, percaya diri, peduli terhadap orang lain, santun, serta mampu berinteraksi dengan lingkungan.
“Anak-anak harus diberikan kesempatan untuk tumbuh sesuai dengan dunianya. Belajar tidak harus selalu dalam suasana formal. Bermain, bernyanyi, tampil dan berkreasi juga merupakan bagian dari proses belajar yang dapat membentuk karakter serta kemampuan sosial anak,” katanya.
Menurutnya, pengalaman sederhana yang diperoleh anak dalam kegiatan seperti peringatan HAN dapat memberikan manfaat jangka panjang. Kesempatan untuk tampil, berinteraksi dengan teman sebaya, dan mendapatkan apresiasi dapat membantu anak mengenali potensi sekaligus membangun keberanian.
Dalam kesempatan tersebut, Bunda PAUD Tanah Bumbu juga mengajak para orang tua dan guru untuk terus menciptakan lingkungan yang ramah bagi anak.
Pendampingan yang konsisten, baik di rumah maupun di sekolah, menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung perkembangan anak pada masa emas pertumbuhannya.
Orang tua diharapkan memberikan perhatian, kasih sayang, perlindungan, sekaligus ruang bagi anak untuk belajar melalui pengalaman sehari-hari. Sementara guru memiliki peran penting dalam menciptakan proses pembelajaran yang menyenangkan dan sesuai dengan karakteristik anak usia dini.
Kolaborasi antara keluarga, satuan pendidikan, pemerintah, dan masyarakat diperlukan agar hak anak untuk tumbuh, berkembang, mendapatkan pendidikan, serta memperoleh perlindungan dapat terpenuhi secara optimal.
Momentum HAN ke-42 Tahun 2026 yang mengusung tema “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan” diharapkan semakin memperkuat kepedulian seluruh elemen masyarakat terhadap pemenuhan hak dan perlindungan anak.
“Kita ingin anak-anak Tanah Bumbu tumbuh sehat, ceria, cerdas, kreatif dan memiliki karakter yang baik. Untuk mewujudkannya, tentu diperlukan kerja bersama antara pemerintah, guru, orang tua dan seluruh masyarakat,” ungkap Andi Irmayani.
Semangat HAN dan Kemerdekaan
Peringatan HAN tahun ini juga dirangkaikan dengan semangat menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Perpaduan kedua momentum tersebut menjadi kesempatan untuk menanamkan nilai kebangsaan kepada anak sejak usia dini dengan cara yang menyenangkan.
Bagi Andi Irmayani, peringatan kemerdekaan bukan hanya tentang mengenang perjuangan para pendahulu, tetapi juga menjadi pengingat akan tanggung jawab bersama dalam menyiapkan generasi penerus bangsa.
Anak-anak yang hadir dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari generasi yang nantinya akan melanjutkan pembangunan daerah. Karena itu, investasi terhadap pendidikan, kesehatan, perlindungan, dan pembentukan karakter anak menjadi bagian penting dalam mempersiapkan masa depan Tanah Bumbu.
“Membangun masa depan Tanah Bumbu berarti membangun anak-anak kita hari ini. Ketika mereka tumbuh dengan pendidikan yang baik, kasih sayang dan perlindungan yang cukup, kita sedang menyiapkan generasi yang akan membawa Tanah Bumbu semakin maju,” pungkasnya.
Semarak HAN ke-42 di Gedung Aksi Merah Putih pun menjadi gambaran bahwa menciptakan generasi berkualitas dapat dimulai dari hal-hal sederhana: memberikan ruang bagi anak untuk bermain, belajar, berkreasi, berinteraksi, dan tumbuh dengan penuh kasih sayang.
Melalui semangat “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan”, Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu bersama seluruh pemangku kepentingan terus didorong untuk memastikan setiap anak memperoleh kesempatan yang sama untuk tumbuh dan berkembang secara optimal.(rel)