BATULICIN, POSKOBatulicin.id – Suasana penuh semangat dan keceriaan mewarnai Jambore Kader Posyandu 2025 yang digelar di Mahligai Bersujud, Kecamatan Simpang Empat, pada Sabtu (4/10/2025).
Lebih dari seratus kader Posyandu dari berbagai kecamatan di Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu) ikut ambil bagian dalam ajang tahunan bergengsi ini.
Dengan mengusung tema “Kader Terampil, Posyandu Aktif, Masyarakat Sehat”, kegiatan ini menjadi wadah bagi para kader—yang dikenal sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat—untuk saling berbagi ilmu, keterampilan, dan inovasi.
Dalam jambore kali ini, para kader berkompetisi di enam bidang lomba utama, yakni:
1. Cerdas Cermat Kader Posyandu,
2. Penimbangan dan Pengukuran Balita,
3. Pengisian KMS Buku KIA,
4. Penampilan Kontingen/Yel-yel,
5. Menyusun dan Menyiapkan Menu PMT (Pemberian Makanan Tambahan), dan
6. Inovasi Pelayanan Posyandu.
Masing-masing lomba dirancang untuk mengasah ketelitian, pengetahuan, dan kreativitas para kader dalam memberikan pelayanan yang berkualitas di lapangan.
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Tanah Bumbu, Andi Irmayani Rudi Latif, hadir langsung membuka kegiatan dan memberikan motivasi kepada seluruh peserta.
Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kader Posyandu merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat, yang memiliki peran penting dalam pencegahan stunting, peningkatan gizi balita, pemantauan kesehatan ibu hamil, serta pelayanan bagi lansia.
“Kader Posyandu adalah pejuang di akar rumput. Mereka yang pertama hadir ketika masyarakat membutuhkan layanan dasar kesehatan,” ujar Andi Irmayani penuh semangat.
Ia juga menyampaikan kebanggaannya atas prestasi Provinsi Kalimantan Selatan, yang dinobatkan sebagai terbaik nasional dalam pengelolaan Posyandu berbasis 6 SPM (Standar Pelayanan Minimal).
Menurutnya, capaian tersebut menjadi inspirasi besar bagi seluruh kader di Tanah Bumbu.
“Prestasi itu harus kita pertahankan. Karena mempertahankan jauh lebih sulit daripada meraihnya,” tegasnya.
Lebih lanjut, Andi Irmayani mendorong agar para kader Posyandu semakin terlatih, terampil, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Ia menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi digital dalam pencatatan, pelaporan, dan pemantauan kesehatan masyarakat agar pelayanan semakin efektif dan efisien.
“Kader harus melek teknologi, karena Posyandu masa depan bukan hanya aktif di lapangan, tetapi juga cerdas dalam pengelolaan data,” tambahnya.
Kegiatan Jambore ini terselenggara berkat dukungan penuh Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif, SKPD terkait, serta pengurus TP PKK Kabupaten.
Selain mempererat kebersamaan antar kader, kegiatan ini juga diharapkan menjadi sarana memperkuat sinergi lintas sektor dalam upaya menurunkan angka stunting dan mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
Dengan semangat gotong royong dan dedikasi tinggi dari para kader, Tanah Bumbu optimistis mampu menjadi daerah percontohan dalam penguatan layanan kesehatan berbasis masyarakat. (Rel)