BATULICIN, POSKOBatulicin.id – Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu) menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun Rencana 2027 di dua kecamatan sekaligus, yakni Kecamatan Sungai Loban dan Kecamatan Kuranji, pada Jumat (27/02/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam proses penyusunan arah pembangunan daerah, sekaligus forum strategis untuk menyerap aspirasi masyarakat dari tingkat desa hingga kecamatan.
Bupati Tanah Bumbu, Andi Rudi Latif, melalui Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, M. Putu Wisnu Wardhana, menegaskan bahwa Musrenbang merupakan amanat Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional.
Menurutnya, forum Musrenbang menjadi ruang musyawarah untuk menyepakati program prioritas yang berasal dari usulan masyarakat desa dan diselaraskan dengan kebijakan pembangunan kabupaten.
“Musrenbang ini harus benar-benar mencerminkan kebutuhan prioritas masyarakat, bukan sekadar formalitas,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa Musrenbang RKPD Tahun 2027 memiliki arti strategis, seiring dengan arah kebijakan dalam RPJMD Kabupaten Tanah Bumbu 2025–2029 yang mengusung visi BerAKSI menuju Tanah Bumbu yang Maju, Makmur, dan Beradab, melalui penguatan sumber daya manusia serta tata kelola pemanfaatan sumber daya alam yang berkelanjutan.
Adapun tema pembangunan Kabupaten Tanah Bumbu Tahun 2027 adalah “Transformasi Infrastruktur, Transformasi Ekonomi, dan Pelayanan Publik menuju Tanah Bumbu Maju, Makmur, dan Beradab.”
Berdasarkan tema tersebut, ditetapkan tujuh prioritas utama pembangunan, yaitu:
• peningkatan kualitas dan akses pendidikan,
• peningkatan layanan kesehatan,
• penguatan ketahanan pangan dan UMKM berbasis industri unggulan,
• pengembangan infrastruktur berkualitas,
• pembangunan desa dan penataan kota berkelanjutan,
• peningkatan prestasi seni, budaya, dan olahraga,
• serta penguatan tata kelola pemerintahan yang adaptif dan akuntabel.
Dari tujuh prioritas tersebut, pemerintah daerah merumuskan 47 program prioritas dan 69 program unggulan sebagai turunan kebijakan pembangunan.
Dalam penyusunan RKPD 2027, pemerintah daerah menetapkan tiga kriteria utama, yakni adaptif terhadap perubahan, integratif lintas sektor, serta mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat.
“Perencanaan pembangunan harus fleksibel menghadapi dinamika, terintegrasi antar sektor, dan benar-benar berbasis kebutuhan masyarakat,” tegasnya.
Namun demikian, pemerintah daerah juga mengingatkan bahwa kemampuan anggaran masih terbatas. Oleh karena itu, diperlukan penentuan skala prioritas agar program yang dijalankan benar-benar efektif dan tepat sasaran.
“Tidak semua usulan dapat didanai, sehingga harus disusun berdasarkan prioritas yang paling mendesak dan berdampak luas,” tambahnya.
Selain Musrenbang, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan Safari Ramadan. Di Kecamatan Kuranji, kegiatan buka puasa bersama dan salat Magrib dilaksanakan di Masjid Al-Barokah, Desa Girimulya, sekaligus penyerahan bantuan hibah untuk masjid, bantuan sosial bagi penyandang disabilitas, serta warga kurang mampu.
Sementara itu, di Kecamatan Sungai Loban, kegiatan dilanjutkan dengan salat Isya dan Tarawih di Masjid Nurul Huda, yang juga disertai penyaluran bantuan sosial kepada masyarakat.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh jajaran pejabat daerah, termasuk Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra, Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Kepala Bappedalitbang, anggota DPRD, kepala SKPD, camat, serta seluruh kepala desa di wilayah Kecamatan Sungai Loban dan Kuranji.
Melalui Musrenbang ini, pemerintah berharap dapat menghasilkan perencanaan pembangunan yang berkualitas, realistis, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara tepat.
“Semoga Musrenbang ini menghasilkan perencanaan yang benar-benar bermanfaat bagi masyarakat Tanah Bumbu di tahun 2027 mendatang,” tutupnya. (Rel)