BATULICIN, POSKOBatulicin.id – Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif memberikan dukungan kepada dua pelajar SMPN 1 Simpang Empat, Luna Meylani Sadin dan Ahmad Reyhan Saupi Saputra, yang akan mewakili Provinsi Kalimantan Selatan pada Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat nasional, akhir September 2026.
Dukungan tersebut ditindaklanjuti melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Tanah Bumbu sebagai bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap prestasi dan pengembangan bakat pelajar, khususnya di bidang seni.
Luna dan Reyhan berhasil menjadi juara pada ajang FLS3N cabang pantomim tingkat SMP sehingga dipercaya membawa nama Kalimantan Selatan pada kompetisi tingkat nasional. Keduanya kini terus mematangkan persiapan untuk memberikan penampilan terbaik.
Kepala Dinas Pendidikan Tanah Bumbu melalui Plt. Kepala Bidang SMP, Mutawally, menyampaikan apresiasi atas pencapaian yang diraih kedua pelajar tersebut.
“Kami sangat bangga dan mengapresiasi setinggi-tingginya atas prestasi gemilang yang diraih oleh siswa kita. Keberhasilan menjadi juara dan mewakili Provinsi Kalimantan Selatan di tingkat nasional dalam ajang lomba pantomim ini adalah bukti nyata potensi, bakat, serta kerja keras yang luar biasa dari peserta didik, guru pendamping, dan dukungan orang tua,” ujar Mutawally.
Menurutnya, prestasi Luna dan Reyhan menunjukkan bahwa pelajar Tanah Bumbu memiliki potensi besar yang perlu terus diberikan ruang untuk berkembang.
Ia berharap keberhasilan tersebut dapat menjadi inspirasi bagi pelajar lainnya agar berani mengikuti berbagai kompetisi serta mengembangkan kemampuan sesuai minat dan bakat masing-masing.
“Prestasi ini tidak hanya mengharumkan nama Kabupaten Tanah Bumbu, tetapi juga menjadi motivasi bagi seluruh siswa di daerah kita untuk terus berani berkarya dan berprestasi di tingkat nasional. Dinas Pendidikan Tanah Bumbu berkomitmen untuk terus mendukung perkembangan bakat, seni, dan karakter anak-anak kita agar semakin berdaya saing,” lanjutnya.
Perjalanan Luna dan Reyhan di dunia pantomim bukanlah hal baru. Keduanya telah menekuni seni pertunjukan tanpa dialog tersebut sejak duduk di bangku kelas 4 sekolah dasar.
Ketekunan tersebut membuahkan hasil. Pada 2024, Luna dan Reyhan berhasil meraih medali emas tingkat nasional setelah sebelumnya menorehkan prestasi pada kompetisi tingkat kecamatan.
Pengalaman tersebut menjadi modal berharga bagi keduanya ketika kembali mengikuti kompetisi tahun ini melalui FLS3N cabang pantomim tingkat SMP.
Namun, persiapan menuju tingkat nasional kali ini menghadirkan tantangan tersendiri. Pelatih mereka berada di luar Kabupaten Tanah Bumbu sehingga proses latihan harus dilakukan secara jarak jauh.
Meski demikian, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat keduanya. Latihan tetap dilakukan setiap sore melalui video call. Gerakan, ekspresi, penghayatan, hingga kekompakan terus diasah agar penampilan yang disiapkan dapat tersampaikan dengan baik.
Setelah proses latihan dan pematangan konsep, penampilan pantomim tersebut akan direkam untuk dikirim dalam rangka mengikuti ajang tingkat nasional pada akhir September 2026.
“Persiapannya kami lakukan sebaik mungkin. Kami juga minta dukungan dari teman-teman, sekolah, guru, keluarga, dan semuanya. Semoga kami bisa tampil maksimal,” kata Luna.
Pada FLS3N tingkat SMP tahun ini, Luna dan Reyhan akan membawakan pantomim dengan tema umum “Bersahabat dengan Laut”.
Tema tersebut menjadi tantangan tersendiri karena keduanya harus mampu menerjemahkan pesan dan cerita ke dalam gerakan tubuh serta ekspresi wajah tanpa menggunakan dialog.
Bagi Luna dan Reyhan, pantomim bukan sekadar rangkaian gerakan. Setiap gerakan harus memiliki makna sehingga gagasan dan cerita yang disampaikan dapat dipahami oleh penonton meskipun tidak ada percakapan.
Pengalaman tampil di tingkat nasional sebelumnya menjadi bekal bagi keduanya untuk menghadapi kompetisi kali ini dengan lebih percaya diri.
“Semoga kami bisa memberikan penampilan yang terbaik dan hasilnya juga bagus, sehingga bisa membanggakan daerah,” ujar Reyhan.
Ketertarikan Luna terhadap pantomim juga tidak terlepas dari lingkungan keluarganya. Dua kakaknya, Lena dan Leni, lebih dahulu menekuni seni pantomim dan memiliki pengalaman tampil hingga ke luar negeri.
Pengalaman kedua kakaknya tersebut menjadi motivasi tersendiri bagi Luna untuk terus mengembangkan kemampuan dan menekuni pantomim.
Sementara itu, pihak SMPN 1 Simpang Empat terus memberikan dukungan kepada siswa untuk mengembangkan potensi di luar bidang akademik.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMPN 1 Simpang Empat, Nor Hekmah, mengatakan sekolah berupaya memberikan ruang kepada setiap siswa untuk mengembangkan minat dan bakat yang dimiliki.
Menurutnya, perjalanan Luna dan Reyhan membuktikan bahwa potensi siswa dapat berkembang dengan baik ketika memperoleh kesempatan, pembinaan, dan dukungan dari lingkungan sekitar.
“Terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu, khususnya Dinas Pendidikan, yang sudah memberikan dukungan kepada anak-anak kami. Semoga perhatian dan pembinaan seperti ini terus berkembang, sehingga semakin banyak potensi siswa yang bisa dibina sampai berprestasi,” ujarnya.
Dukungan pemerintah daerah, sekolah, guru, keluarga, dan lingkungan sekitar diharapkan menjadi energi positif bagi Luna dan Reyhan untuk menghadapi FLS3N tingkat nasional.
Keduanya pun membawa satu harapan yang sama, yakni dapat tampil maksimal, meraih hasil terbaik, dan mengharumkan nama Kabupaten Tanah Bumbu serta Provinsi Kalimantan Selatan melalui seni pantomim.(rel)