BATULICIN, POSKOBatulicin.id – Dukungan Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu terhadap peningkatan sarana keagamaan terus dirasakan masyarakat. Salah satunya melalui rehabilitasi Musholla Al-Washilah di Jalan Dumaing, Desa Kersik Putih, Kecamatan Batulicin, yang kini hampir rampung.
Hingga Rabu (23/9/2026), progres rehabilitasi musholla tersebut telah mencapai sekitar 99 persen. Meski pekerjaan belum sepenuhnya selesai, bangunan sudah dapat dimanfaatkan masyarakat untuk melaksanakan ibadah dan berbagai kegiatan keagamaan.
Musholla Al-Washilah berada di kawasan perumahan yang dihuni sekitar 300 kepala keluarga (KK). Keberadaannya menjadi fasilitas penting bagi warga untuk menjalankan ibadah, sekaligus menjadi tempat berlangsungnya berbagai aktivitas keagamaan di lingkungan sekitar.
Imam sekaligus takmir Musholla Al-Washilah, Syahruddin, mengatakan masyarakat kini sudah dapat kembali memanfaatkan musholla untuk salat lima waktu.
“Sekarang pembangunan sudah sekitar 99 persen selesai. Masyarakat sudah bisa melaksanakan salat lima waktu di sini, termasuk kegiatan keagamaan lainnya,” kata Syahruddin.
Rehabilitasi Musholla Al-Washilah mendapat dukungan melalui hibah Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu. Bantuan tersebut dimanfaatkan untuk memperbaiki dan meningkatkan kondisi bangunan agar lebih layak dalam menunjang aktivitas ibadah masyarakat.
Perbaikan sarana tersebut tidak hanya memberikan kenyamanan bagi jamaah, tetapi juga mendukung kegiatan pendidikan keagamaan bagi anak-anak. Salah satunya melalui Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) yang dilaksanakan di lingkungan musholla.
Syahruddin menjelaskan, kebutuhan terhadap keberadaan musholla semakin penting seiring meningkatnya aktivitas masyarakat di kawasan perumahan tersebut.
Dengan jumlah warga yang cukup banyak, Musholla Al-Washilah menjadi salah satu pusat kegiatan keagamaan sekaligus ruang berkumpul masyarakat dalam berbagai kegiatan yang bersifat keagamaan dan sosial.
Salah satu bagian yang turut diperbaiki dalam proses rehabilitasi adalah posisi bangunan dan arah kiblat.
Syahruddin menyampaikan, sebelum direhabilitasi, pembangunan musholla sebelumnya dilakukan tanpa koordinasi yang memadai sehingga posisi bangunan belum sepenuhnya tepat mengikuti arah kiblat.
Kondisi tersebut kemudian menjadi perhatian dalam proses rehabilitasi. Selain memperbaiki bangunan, posisi musholla juga dibenahi agar lebih sesuai dengan arah kiblat.
“Sekarang sekaligus kita luruskan bangunannya sesuai arah kiblat,” ujarnya.
Pembenahan tersebut menjadi salah satu bagian penting dari rehabilitasi, sehingga setelah perbaikan selesai, masyarakat dapat melaksanakan ibadah dengan fasilitas yang lebih baik dan arah bangunan yang telah disesuaikan.
Dengan progres pembangunan yang telah mencapai 99 persen, Musholla Al-Washilah kini telah kembali menjadi bagian penting dalam aktivitas masyarakat di kawasan perumahan tersebut.
Salat lima waktu telah dilaksanakan di musholla, disusul dengan berbagai kegiatan keagamaan lainnya. Keberadaan TPA juga memberikan ruang bagi anak-anak di lingkungan sekitar untuk mendapatkan pendidikan Al-Qur'an.
Bagi masyarakat, rehabilitasi tersebut bukan sekadar perbaikan fisik bangunan, tetapi juga memperkuat fungsi musholla sebagai pusat aktivitas keagamaan dan sosial warga.
Dukungan melalui hibah pemerintah daerah diharapkan dapat membantu masyarakat memiliki sarana ibadah yang lebih layak, nyaman, dan mampu menunjang kegiatan keagamaan secara berkelanjutan.
Rehabilitasi Musholla Al-Washilah sekaligus mencerminkan perhatian Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu terhadap kebutuhan masyarakat dalam bidang keagamaan. Dukungan terhadap rumah ibadah menjadi bagian dari pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada aspek fisik dan ekonomi, tetapi juga kehidupan sosial dan spiritual masyarakat.
Sejalan dengan arah pembangunan daerah untuk mewujudkan Tanah Bumbu yang maju, makmur, dan beradab, keberadaan sarana keagamaan yang layak diharapkan dapat terus mendukung aktivitas masyarakat serta memperkuat kehidupan keagamaan di tingkat lingkungan dan desa.(rel)