Type Here to Get Search Results !

Pemkab Tanah Bumbu Perkuat Ketangguhan Daerah Lewat Program Relawan Remaja Aman Bencana

0

BATULICIN, POSKOBatulicin.id – Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu (Pemkab Tanbu) terus memperkuat upaya membangun masyarakat yang tangguh terhadap bencana melalui berbagai inovasi pelayanan publik. Salah satu langkah strategis yang kini dikembangkan adalah Relawan Remaja Aman Bencana (RENJANA), sebuah program yang menyasar kalangan pelajar sebagai agen perubahan dalam menumbuhkan budaya sadar bencana sejak usia dini.

Inovasi tersebut diperkenalkan kepada peserta didik baru SMP Negeri 3 Batulicin dalam kegiatan edukasi kebencanaan yang diselenggarakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanah Bumbu, Selasa (21/7/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan pengetahuan, kesiapsiagaan, serta kemampuan pelajar dalam menghadapi berbagai potensi bencana yang dapat terjadi di lingkungan sekitar.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tanah Bumbu, H. Sulhadi, M.IP, melalui Kepala Sub Bidang Pencegahan, Muhammad Ahsani Fauzan, S.Pd., M.Sc., menjelaskan bahwa RENJANA merupakan inovasi pelayanan publik BPBD yang mengintegrasikan pembinaan relawan remaja dengan pemanfaatan teknologi informasi.

Melalui platform digital yang telah dikembangkan, para peserta dapat mengakses berbagai materi edukasi kebencanaan, mendaftarkan diri sebagai relawan, memperoleh informasi terkini mengenai kebencanaan, melaporkan kegiatan yang telah dilaksanakan, mengikuti survei kepuasan pelayanan publik, menyampaikan pengaduan, hingga mendokumentasikan berbagai aktivitas kebencanaan secara terpadu dalam satu sistem.

Menurut Fauzan, pemanfaatan teknologi tersebut diharapkan mampu meningkatkan partisipasi generasi muda dalam kegiatan pengurangan risiko bencana sekaligus mempermudah koordinasi antara BPBD dengan relawan di lapangan.

"RENJANA tidak hanya bertujuan membentuk relawan remaja, tetapi juga menjadi instrumen pendukung pelaksanaan program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) di Kabupaten Tanah Bumbu. Melalui program ini, kami ingin membangun budaya sadar bencana di lingkungan sekolah sehingga para pelajar memiliki pengetahuan mitigasi, kesiapsiagaan, dan keterampilan menghadapi kondisi darurat," ujarnya.

Ia menambahkan, bekal tersebut diharapkan mampu menjadikan para pelajar sebagai pelopor keselamatan, tidak hanya bagi diri sendiri, tetapi juga bagi keluarga, sekolah, dan masyarakat di sekitarnya.

Lebih lanjut, Fauzan mengatakan bahwa optimalisasi program RENJANA merupakan salah satu strategi BPBD dalam meningkatkan kapasitas ketahanan daerah terhadap berbagai ancaman bencana, baik bencana alam maupun nonalam.

Menurutnya, semakin banyak sekolah yang menerapkan program SPAB serta memiliki relawan remaja yang aktif, maka semakin besar pula kesiapan masyarakat dalam menghadapi situasi darurat. Upaya tersebut diyakini akan memperkuat sistem penanggulangan bencana berbasis masyarakat yang dimulai dari lingkungan pendidikan.

"Program ini diharapkan memberikan kontribusi terhadap peningkatan Indeks Ketahanan Daerah (IKD) Kabupaten Tanah Bumbu melalui penguatan kapasitas masyarakat sejak usia sekolah. Pelajar merupakan investasi jangka panjang dalam membangun daerah yang tangguh terhadap bencana," tambahnya.

Selain memberikan materi mengenai mitigasi dan kesiapsiagaan bencana, kegiatan edukasi juga mendorong para siswa untuk memahami pentingnya budaya gotong royong, kepedulian sosial, serta kemampuan mengambil tindakan cepat dan tepat ketika menghadapi kondisi darurat.

BPBD Kabupaten Tanah Bumbu menargetkan implementasi RENJANA akan terus diperluas ke berbagai sekolah di seluruh wilayah kabupaten. Langkah ini diharapkan mampu membangun ekosistem pendidikan yang aman, tangguh, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat dalam upaya pengurangan risiko bencana.

Melalui inovasi RENJANA, Pemkab Tanah Bumbu menegaskan komitmennya untuk mencetak generasi muda yang tidak hanya memiliki pengetahuan akademik, tetapi juga berkarakter, peduli terhadap lingkungan, serta siap menjadi garda terdepan dalam membangun masyarakat yang tangguh menghadapi berbagai potensi bencana. Program ini sekaligus mendukung terwujudnya pembangunan daerah yang berkelanjutan melalui penguatan kapasitas masyarakat sejak usia dini.(rel)/

Posting Komentar

0 Komentar